Kamis, 20 Oktober 2011

Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani

Manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengelola atau mengatur.
Defenisi manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organiasi lainnya utk mencapai tujuan.(Bucher&Krotee,1993:4)

Jadi Manajemen Sarana dan Prasarana Penjas adalah suatu kombinasi keterampilan yg berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian, penganggaran, dan evaluasi dalam kontek suatu organisasi yang memiliki produk utama berkaitan dengan Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani.
Pengkombinasian tersebut perlu SDM yang terlibat dalam organisasi, bersatu dalam sebuah sistem bahu membahu bekerja untuk mencapai tujuan

Lebih sederhana lagi, Manajemen sarana dan prasarana Penjas adalah bagaimana cara para guru olahraga dalam menjalankan serta mengelola sarana dan prasarana yg digunakan dalam proses pembelajaran penjas.

Fungsi-fungsi manajemen sarana dan prasarana penjas meliputi:

1. perencanaan,

2. pengadaan,

3. Perawatan atau pemeliharaan,

4. penghapusan prasarana dan sarana pendidikan jasmani

1. Perencanaan Kebutuhan Sarana Prasarana Penjas.

Dalam merencanakan dan menentukan kebutuhan sarana prasarana perlu diketahui beberapa hal, diantaranya adalah:

a) Pengisian kebutuhan sarana prasarana sesuai dengan perkembangan olahraga.

b) Adanya sarana prasarana yang rusak, dihapuskan, hilang atau bencana yang dapat dipertanggung jawabkan.

c) Adanya penyediaan sarana prasarana yang didasarkan pada jatah.

d) Untuk menentukan persediaan sarana prasarana pada tahun mendatang.

Cara merencanakan kebutuhan sarana pembelajaran penjas adalah:

a) Rencanakan kebutuhan baku, sarana dan prasarana berdasarkan kebutuhan.

b) Diskusi jenis alat yang harus dibeli dan yang dapat dikembangkan sendiri.

c) Lakukan skala prioritas pada saat pengadaan.







d) Catat fasilitas yang ada dengan cermat, apa yang sudah ada dan apa apa yang belum/perlu diadakan.


e) Tentukan pertanggung jawaban penggunaan sarana prasarana.

f) Susun kebutuhan sarana prasarana olahraga menurut jenisnya dengan memperhatikan jumlah penggunaan.

2. Pengadaan sarana prasarana Penjas dapat dilaksanakan dengan cara:

ü Pembelian dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

ü Membuat sendiri yaitu sarana prasarana yang diproduksi oleh secara mandiri.

ü Penerimaan hibah atau bantuan, yaitu penerimaan dari pihak lain melalui proses serah terima.

ü Penyewaan, yaitu sarana prasarana yang disewa dari pihak lain untuk kepentingan pembelajaran penjas.

ü Pinjaman, yaitu sarana prasarana yang dipinjamkan dari pihak lain untuk kepentingan pembelajaran penjas.

ü Pemanfaatan beberapa barang yang tidak terpakai menjadi barang yang bermanfaat

3. Pemeliharaan atau perawatan barang merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu sarana prasarana olahraga, sehingga sarana prasarana tersebut dalam kondisi baik dan siap pakai. Pemeliharaan dilakukan secara kontinyu terhadap semua barang-barang inventaris.

Macam-macam pemeliharaan barang antara lain:

· Pemeliharaan/ perawatan dan pencegahan berat, seperti pencegahan/ perawatan barang dari segala sesuatu yang mengakibatkan kerusakan berat pada sarana prasarana yang bersangkutan.

· Pemeliharaan/perawatan ringan,seperti pembersihan debu, pembersihan sampah, pembersihan kotoran yang dapat merusak fisik sarana, dan lain-lain.

4. Penghapusan prasarana dan sarana olahraga

Penghapusan sarana dan prasarana olahraga dilakukan pada sarana prasarana yang mengalami kerusakan atau tidak bisa digunakan lagi sehingga harus dibuang.





Sumber:


Manajemen Olahraga, Drs. Himawan Wismanadi,M.Pd, FIK UNS Surabaya ---http://sepriblog.blogspot.com/2010/10/manajemenadministrasi-dan-organisasi.html(diakses pada 15 maret 2011)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar