Rabu, 01 Agustus 2012

Formasi Permainan sepak bola

Permainan sepak bola adalah permainan beregu yang mempunyai tujuan yang sama yaitu kemenangan . oleh karena itu pemain harus mengerti dan paham sistem-sistem yang dipakai dalam permainan sepak bola berupa formasi dan strategi yang dirancang oleh pelatih.

Formasi dalam sepak bola adalah penempatan, ruang gerak dan pembagian tugas setiap pemain tehadap posisi yang ditempatinya.
Beberapa formasi yang sering dipakai dalam permainan sepak bola diantara nya 3-5-2, 4-4-2, 4-3-3, dan 5-3-2.
a.    Formasi 3-5-2
1)    Kekuatan formasi 3-5-2
1.    Saat menyerang banyak pemain terlibat (5 hingga 6 pemain) sehingga memudahkan penyerangan
2.    Saat bertahan banyak pemain terlibat sehingga sektor pertahanan terjaga
3.    Serangan lawan bisa dipatahkan pada sector tengah karena pemain banyak ditengah sehingga lawan jarang memasuki sektor pertahanan kita.
2)    Kelemahan formasi 3-5-2
1.    Pemain tengah diwajibkan disiplin untuk membantu pertahanan. Untuk itu diperlukan stamina yang kuat.
2.    Formasi ini akan menyebabkan banyak permainan pendek dari kaki ke kaki, resikonya apabila lawan berhasil mencuri bola, pemain kurang siap menggalang pertahanan.
3.    Bagan sayap pertahanan sangat rawan karena hanya menyisakan 3 pemain belakang.

b.    Formasi 4-4-2
1)    Kekuatan formasi 4-4-2
1.    Bek sayap lebih leluasa membantu penyerangan
2.    Permainan sayap lebih hidup
3.     Lapangan tengah dan belakang selalu balance
4.    Denga pergerakan yang teratur dan rapi, jarak lari sangat berkurang sehinga menghemat tenaga
2)    Kelemahan formasi 4-4-2
1.    Penjagaan pemain yang tidak selalu sama sering membingungkan pemain
2.    Susunan pemain tengah dan belakang yang sejajar cenderung mudah ditembus dengan kombinasi one-two ataupun terobosan

c.    Formasi 4-4-3
1)    Kekuatan formasi 4-4-3
1.    Permainan cenderung offensive atau menyerang
2.    Tersedia paling sedikit 1 orang penyerang di depan gawang lawan
3.    Pertahanan tidak terabaikan walaupun system ini tergolong sangat offensive
2)    Kelemahan formasi 4-4-3
1.    Pemain sayap hanya bisa efektif apabila bek sayap  mampu dan rajin membantu penyerangan
2.    Pemain tengah cenderung kewalahan karena harus menjaga lebih banyak pemain

d.    Formasi 5-3-2
1)    Kekuatan formasi 5-3-1
1.    Formasi ini tergolong ultra defensive sehingga pertahanan sulit ditembus
2.    Apabila tim yang menerapkan formasi ini memiliki penyerang yang cepat, serangang balik bisa sangat efektif dilakukan
2)    Kelemahan formasi 5-3-1
1.    Formasi ini hanya digunakan pada situasi tertentu dimana mencetak gol bukan lah menjadi prioritas
2.    Menyebabkan tim lawan mengurung pertahanan kita .ini beresiko inggi karena penguasaan bola ada pada pihak musuh

Sumber : Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SMA Kelas XII, Drs. Agus mukholid, M.Pd. Yudhistira, 2007

Strategi Permainan sepak bola

Pemilihan formasi hanyalah awal dari penyusunan strategi yang jitu. Dalam permainan sepak bola ada 2 strategi yaitu strategi menyerang  dan strategi bertahan.
  • Strategi penyerangan
      Beberapa strategi penyerangan dalam sepak bola diantaranya :
1.         Strategi menekan lawan (pressing )
Adalah usaha untuk secepat mungkin merebut bola yang hilang didaerah pertahanan lawan . Tujuan itu hanya dapat tercapai apabila :
1)      Semua pemain terlibat
2)      Pemain agresif menekan lawan
3)      Pemain yang membawa bola di tekan oleh beberapa pemain sekaligs
4)      Melakukan tekanan hanya jika posisi pemain berdekatan dengan pemain lawan yang membawa bola.

      1.   Kekuatan strategi pressing
I.    Pemain lawan tidak diberi waktu untuk mengatur serangan lawan
II.   Jarak lari lebih pendek dari pada daripada harus kembali keposisi awal formasi
III.  Sangat efektif dilakukn oleh tim yang memiliki penyerang yang agresif dan cepat, dan  saat melawan tim leman.
2.    Kelemahan strategi pressing
I.    Penyerang terkuras tenaganya karena harus terus aktif saat menyerang maupun bertahan
II.    Pertahanan rapuh jika lawan berhasil melakukan serangan balik yang membahayakan
III.    Jika pemain bisa lolos dari pressing yang kita lakukan maka akan beresiko terhadap pertahanan sendiri. 


2).    Strategi menunda tekanan (fall back)
Strategi ini menginstruksikan setiap pemain untuk tidak menekan lawan hingga garis tengah lapangan. Begitu bola dikuasai lawan, pemain berlari kembali ke daerah pertahanan dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik
1.    Kekuatan strategi fall back
I.    Formasi pertahanan tersusun rapi
II.    Serangan balik lawan dapat dapat diredam , relatif lebih mudah
III.    Saat bola berhasil dikuasai kembali , serangan dapat diatur dengan baik dan terencana
IV.    Sangat efektif melawan tim ang lebih kuat
2.    Kelemahan Strategi fall back
I.    Lawan bisa dengan tenang mengatur serangan
II.    Lawan bisa mengatur tempo permainan
III.    Kesalahan pemain belakang lawan didalam mengontrol dan mengumpan bola cenderung tidak dihukum, karena tidak adanya tekanan .

  •        Strategi pertahanan
      Pertahanan bertujuan untuk merampas bola dan membersihkan bola dari daerah berbahaya sehingga tidak kemasukan gol. Berdasarkan cara melakukanya, pertahanan dapat dibedakan menjadi :
1).    Satu lawan satu (man to man marking)
Sistem penjagaan ini menempatkan setiap pemain untuk menjaga satu pemain lawan. Agar takik ini sukses , pemain dituntut memiliki stamina yang prima, dan kedisiplina  yang tingi dalam menjaga lawan.
1.    Kekuatan pertahanan man to man marking
I.    Pembagian tugas  jelas
II.    Pemain dapat berkonsentrasi pada satu pemain.
III.    Pemain lawan yang lemah dapat dilewati dengan relatif mudah
2.    Kelemahan pertahanan man to man marking
I.    Tempo permainan dikendalikan lawan. Saat bola dikuasai lawan , otomatis tim yang bertahan harus mengikuti tempo yang dikendalikan lawan
II.    Apabila lawan lebih tangguh dengan system penjagaan satu lawan satu , pertahanan akan lebih rapuh.


2).    Pertahanan daerah (space covering)
Adalah setiap pemain bertugas menjaga pemain lawan yang sedang berada didaerahnya
1.    Kekuatan pertahanan daerah
I.    Space covering menawarkan efektivitas didalam pergerakan saat menjaga lawan ,dengan demikian energy tidak terkuras
II.    Pertahanan lebih seimbang , penjagaan system ini lebih menonjolkan kolektivitas dari pada peran individu pemain
III.    Saa bola berhasil dikuasai kembali posisi setiap pemain seimbang dan teratur.
2.    Kelemahan pertahanan daerah
I.    Saat serangan tiba-tiba berubah dari sayap kanan ke kiridapat menyebabkan pertahanan kewalahan
II.    Lawan yang sering berubah menyebabkan pemain bertahan kesulitan mempelajari cara bermain lawan
III.    Tidak langsung menghalangi lawan saat kehilangan bola, karena haus kembali ke daerah yang ditinggalnya saat melancarkan serangan.

Sumber : Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SMA Kelas XII, Drs. Agus mukholid, M.Pd. Yudhistira, 2007